Kecerdasan Buatan (Arfiticial Intelligent)

Kecerdasan Buatan (Arfiticial Intelligent)

Kecerdasan buatan atau yang sering kita sebut artificial intelligent adalah salah satu istilah yang  menarik untuk dibahasa, jika kita berbicara seputar perkembangan teknologi saat ini mungkin kita berada pada zaman dimana hampir semua aspek sudah menerapkan teknologi digitalisasi, mulai dari cara kita hidup bersosial yang digantikan dengan adanya berbagai platform media sosial, cara kita berbelanja tergantikan dengan adanya toko online atau yang biasa kita sebut market place,  cara kita bertransaksi tergantikan dengan adanya dompet digital seperti gopay, ovo, dana, dan lain sebagainya, bahkan kita mungkin sering melihat di film – film yang bertemakan teknologi konsep kecerdasan buatan ini sering kita lihat seperti jarvis pada film iron man atau pada kehidupan sehari-hari Ketika kita menggunakan fitur Siri pada iPhone, cortana pada Microsoft dan Google Assisten pada perangkat android semua itu adalah bagian kecil dari contoh pengaplikasian kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari.  Tapi tahukah kamu bahwa dari sekian banyak teknologi yang ada didunia ini ada satu bagian yang mempunyai andil besar dalam setiap teknologi yang ada didunia ini, yaitu teknologi kecerdasan buatan atau dalam Bahasa inggris kita sebut Artificial Intelligent. Apa itu kecerdasan buatan ?, berikut saya rangkum penjelansanya.

Apa itu kecerdasan Buatan ?

Secara umum Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Sedangkan menurut para ahli kecerdasan buatan  adalah sebagai berikut :

 “ kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel   (Andreas Kaplan dan Michael). “

“ Kecerdasan buatan adalah usaha memodelkan proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan perilaku manusia. (John McCarthy, 1956)

“Kecerdasan buatan adalah tempat suatu penelitian, aplikasi dan instrusksi yang terkait dengan pemrograman komputer dalam melakukan suatu hal yang menurut pandangan manusia ⎼ cerdas. ” (Herbert Simon, 1987)

Kecerdasan buatan adalah suatu studi mengenai bagaimana membuat komputer mampu melakukan hal-hal yang pada saat ini masih bisa dilakukan lebih baik oleh manusia. (Rich dan Knight, 1991)

Dari berbagai definesi-definisi diatas kita dapat menyimpulkan bahwa definisi kecerdasan buatan atau artificial intelligent dapat terus berkembang, namun pada intinya adalah bagaimana manusia menciptakan sebuah teknologi yang mampu berfikir seperti manusia itu sendiri tidak lain untuk membantu kehidupan manusia itu sendiri dimasa yang akan datang.

AI sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Hal yang cukup menarik dari AI adalah ia mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Jika kamu pernah mendengar ungkapan AI “Jika aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah” sedikit ngeri juga ya. AI memang diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi diri sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.

Secara garis besar sebuah kecerdasan buatan dapat melakukan salah satu dari keempat faktor berikut.

  1. Acting humanly, sistem yang dapat bertindak layaknya manusia.
    1. Thinking humanly, sistem yang bisa berpikir seperti halnya manusia.
    1. Think rationally, sistem yang mampu berpikir secara rasional.
    1. Act rationally, sistem yang mampu bertindak secara rasional.

Sejarah

Istilah kecerdasan buatan atau yang sering kita kecal dengan istilah Artificial intelligent (AI) pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di Konferensi Darthmouth. Sejak saat itu, kecerdasan buatan terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenai teori-teori dan prinsip-prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun istilah kecerdasan buatan baru muncul tahun 1956, tetapi teori-teori yang mengarah ke kecerdasan buatan sudah muncul sejak tahun 1941, jauh sebelum itu terdapat mitos-mitos sejarah kecerdasan buatan dimulai pada zaman kuno dalam mitos, cerita, dan desas-desus tentang makhluk buatan yang diberkahi dengan kecerdasan atau kesadaran oleh pengrajin. Benih-benih kecerdasan buatan modern ditanam oleh para filsuf klasik yang berusaha menggambarkan proses berpikir manusia sebagai manipulasi simbol secara mekanis. Karya ini memuncak dalam penemuan komputer digital yang dapat diprogram pada tahun 1940-an, sebuah mesin yang didasarkan pada esensi abstrak penalaran matematika. Perangkat ini dan ide-ide di baliknya menginspirasi segelintir ilmuwan untuk mulai serius membahas kemungkinan membangun otak elektronik.

Untuk mengenal lebih jauh tentang sejarah Kecerdasan Buatan (Artificial Inteligent) saya akan pendalaman lebih lanjut mengenai sejarah Kecerdasan buatan dari masa kemasa sebagai berikut :

  • Era Komputer Elektronik (1941)

Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemrosesan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik yang dikembangkan di USA dan Jerman. Komputer pertama ini memerlukan ruangan yang luas dan ruang AC yang terpisah. Saat itu komputer melibatkan konfigurasi ribuan kabel untuk menjalankan suatu program. Hal ini sangat merepotkan para programmer.

Pada tahun 1949, berhasil dibuat komputer yang mampu menyimpan program sehingga membuat pekerjaan untuk memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan program yang mengarah ke kecerdasan buatan.

  • Masa – Masa Persiapan AI (1943 – 1956 )

Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitt mengemukakan tiga hal : pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam otak, analisis formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing. Mereka berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan dimana setiap sel syaraf digambarkan sebagai ‘on’ dan ‘off’. Mereka menunjukkan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan yang sederhana.

Pada tahun 1950, Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip-prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat. Penemuan ini juga merupakan awal dari perkembangan AI.

Pada tahun 1956, John McCarthy meyakinkan Minsky, Claude Shannon dan Nathaniel Rochester untuk membantunya melakukan penelitian dalam bidan Otomata, Jaringan Syaraf dan pembelajaran intelijensia. Mereka mengerjakan proyek ini selama 2 bulan di Dartsmouth. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numerik dan menyelesaikan masalah pemikiran, yang dinamakan Principia Mathematica. Hal ini menjadikan McCarthy disebut sebagai bapak kecerdasan buatan.

  • Awal Perkembangan AI ( 1952 – 1969 )

Pada tahun-tahun pertama perkembangannya, kecerdasan buatan mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newell dan Simon dengan sebuah program yang disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara manusiawi.

Pada tahun 1958, McCarthy di MIT AI Lab Memo No.1 mendefinisikan bahasa pemrograman tingkat tinggi yaiyu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program-pogram kecerdasan buatan. Kemudian, McCarthy membuat program yang dinamakan Programs with Common Sense, di dalam program tersebut, dibuat rancangan untuk menggunakan pengetahuan dalam mencari solusi.

Pada tahun 1959, Nathaniel Rochester dari IBM dan mahasiswa-mahasiswanya mengeluarkan program kecerdasan buatan yaitu Geometry Theorm Prover. Program ini dapat mengeluarkan suatu teorema menggunakan aksioma-aksioma yang ada.

Pada tahun 1963, program yang dibuat James Slagle mampu menyelesaikan masalah integral tertutup untuk mata kuliah Kalkulus.

Pada tahun 1986, program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ.

  • Masa dimana perkembangan teknologi kecerdasan buatan melambat (1966 -1974)

Perkembangan kecerdasan buatan melambat disebabkan adanya 3 kesulitan utama, yaitu :

    1. Program-program kecerdasan buatan yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama sekali pengetahuan (knowledge) pada subjeknya. Programm-program kecerdasan buatan berhasil hanya karena manipulasi sederhana. Sebagai contoh adalah Weizenbaum’s ELIZA program (1965) yang dapat melakukan percakapan serius pada berbagai topik, sebenarnya hanyalah peminjaman manipulasi kalimat-kalimat yang diketikkan manusia.
      1. Banyak masalah yang harus diselesaikan oleh kecerdasan buatan.
      1. Ada beberapa batasan pada struktur dasar yang digunakan untuk menghasilkan perilaku intelijensia.
      1. Munculnya Sistem Berbasis Pengetahuan (Knowledge Base) ( 1969 – 1979 )

Pengetahuan adalah kekuatan pendukung kecerdasan buatan. Hal ini dibuktikan dengan program yang dibuat oleh Ed Feingenbaum, Bruce Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program untuk memecahkan masalah struktur molekul dari informasi yang didapatkan dari spectrometer massa. Program ini dinamakan Dendral Programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia. Dari segi diagnose medis juga sudah ada yang menemukannya, yaitu Sau Amarel dalam proyek Computer in Biomedicine. Proyek ini diawali keinginan untuk mendapatkan diagnose penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses penyakit.

  • Kecerdasan buatan menjadi sebuah industri ( 1980 – 1988 )

Industrialisasi kecerdasan buatan diawali dengan ditemukannya sistem pakar yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi system-sistem computer baru. Program tersebut mulai dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun 1982.

Pada tahun 1986, R1 telah berhasil menghemat US$ 40 juta per tahun kemudian pada tahun 1988, kelompok kecerdasan buatan di DEC menjalankan 40 sistem pakar. Hampir semua perusahaan besar di USA mempunyai divisi AI. Sehingga perusahaan yang sejak tahun 1982 hanya menghasilkan beberapa juta US dolar per tahun meningkat menjadi 2 miliar US dolar per tahun pada tahun 1988.

  • Kembalinya Jaringan Syaraf Tiruan ( 1986 – Sekarang )

Meskipun bidang ilmu komputer menolak jaringan syaraf tiruan setelah diterbitkannya buku “Perceptrons” karangan Minsky dan Papert, para ilmuwan masih mempelajari bidang ilmu tersebut dari sudut pandang yang lain, yaitu fisika. Para ahli fisika seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk menganalisia sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf. Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan syaraf tiruan pada memori. Pada tahun 1985-an setidaknya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi balik (Back-Propagation Learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam bidang ilmu komputer dan psikologi.

Perbedaan Antara Kecerdasan Buatan dan Kecerdasan Alami

Berikut beberapa perbedaan antara kecerdasan buatan dan kecerdasan lami :

Kecerdasan Buatan

  1. Lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa. Kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer & program tidak mengubahnya.
  2. Lebih mudah diduplikasi & disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari 1 orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama & keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Jadi jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, maka pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut & dapat dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain.
  3. Lebih murah. Menyediakan layanan komputer akan lebih mudah & murah dibandingkan mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka waktu yang sangat lama.
  4. Bersifat konsisten karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
  5. Dapat didokumentasi.Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.
  6. Lebih cepat.
  7. lebih baik

kecerdasan Alami

  1. Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
  2. Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.
  3. Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.

Baca Juga : Apasih Computational Thinking itu ? 

Contoh Kecerdasan Buatan dalam kehidupan sehari-hari

Kecerdasan buatan atau AI ini telah banyak kita temukan di berbagai bidang kehidupan sehari-hari yang tentunya sangat membantu mempermudah pekerjaan kita sehari-hari, berikut saya rangkum contoh kecerdasan buatan dalam beebagai bidang :

Implementasi Kecerdasan buatan dibidang Pendidikan

Siapa menyangka artificial intelligence merambah ke dunia Pendidikan, salah satunya adalah sistem yang dapat mempersonalisasi pembelajaran untuk tiap murid. Sistem AI juga memungkinkan orang belajar dengan bantuan education assistant seperti bot. Konten-konten pembelajaran digital yang terpersonalisasi juga dapat dihadirkan berkat AI dan machine learning. Buku-buku teks yang tebal kini dapat dipilah-pilah menjadi konten yang lebih ringkas, lebih enak dibaca dan dipahami, seperti panduan belajar, ringkasan, flashcard, atau catatan pendek

adapun contoh beberapa robot dengan artificial intelligence yang digunakan dalam bidang pendidikan yaitu; Pertama, Microbot memiliki 2 jenis ribot masing-masing Microbot Minimower serta Microbot Teachmower. Minimower sendiri bisa dengan mudah untuk diprogram menggunakan Apple atau bisa juga melalui TSR-80. Sementara itu, Teachmower sendiri dapat digunakan sebagai simulasi robot industri serta memakai teach pendant untuk bisa memprogramnya.

Kedua, Robot Hero-01adalah robot yang diciptakan oleh Heath/Zenith dan bisa bergerak serta dirancang secara khusus demi membantu mempelajari robot industri. Terdapat sejumlah sensor yang ada pada Hero-01. Unit sensor tersebut dapat melakukan beberapa hal seperti mendeteksi gerak, mengukur jarak, membedakan dua buah suku kata , mendekteksi adanya perubhan cahaya dan sebagainya.

Ketiga, Rhino Robot XR-2 System Robot yang telah dibuat oleh Rhino Inc. Ini dipakai untuk melakukan simulasi terhadap operasi dari robot- robot industri dan dapat dilakukan pemrograman lewat komputer Apple. Program untuk robot ini sendiri dapat juga disimpan di disk.

Implementasi Kecerdasan buatan dibidang Ekonomi

Peran kecerdasan buatan dalam bidang ekonomi sangat luar biasa, bahkan pemerintah pun sangat mendukung dengan adanya pemanfaatan teknologi ini,  Ada begitu banyak bentuk pengadopsian teknologi AI dalam konteks e-commerce. Kita akan membahas tiga di antaranya yang cukup umum. Yaitu chatbot, layanan pelanggan, serta pemasaran-penjualan.

Chatbot adalah perangkat lunak yang bertugas melayani percakapan dengan pengunjung, dengan objektif untuk berkomunikasi seresponsif mungkin. Layanan ini memungkinkan pengunjung mendapat balasan dalam waktu singkat, dan dari sisi perusahaan, ini adalah investasi yang murah.

Poin kedua masih terkait, namun dalam konteks layanan pelanggan. Bayangkan jika pengunjung melayangkan pertanyaan via email, lalu AI bisa mengenali isunya dan segera membalas. Bukan hanya soal responsivitas saja, tetapi juga menekan kebutuhan staf layanan pelanggan yang berakibat pada turunnya biaya karyawan.

Dalam dua contoh di atas, AI bertugas menganalisis kata-kata yang digunakan dan memberikan jawaban relevan. Memang, implementasinya tidak selalu mulus, terutama karena bahasa manusia adalah hal kompleks., untuk mengatasinya, bisnis mengombinasikan antara AI dengan staf manusia di belakangnya, yang bertugas melanjutkan percakapan pasca AI. Dan lagi-lagi di sinilah AI berperan, untuk menilai respons pengunjung, membuat keputusan apakah perlu mengopernya pada staf, dan mempertimbangkan siapakah staf yang paling relevan.

Berikutnya, terkait pemasaran-penjualan. Pada dasarnya, AI memiliki sifat alamiah prediktif berdasarkan data. Pada tingkat yang dangkal, AI dapat memprediksi penjualan dengan mempertimbangkan tren dan data historis. Lebih dalam lagi, AI mampu melakukan personalisasi penawaran pada pengunjung potensial.

Berdasarkan informasi tentang preferensi pengunjung, AI bisa merekomendasikan produk yang relevan. Informasi tersebut bisa bersumber dari mana pun, seperti data personal, demografi, histori pencarian, dan lainnya. Implikasinya, pengunjung akan disuguhkan dengan informasi yang sesuai dengan ketertarikannya. Setiap halaman penawaran adalah unik. Mereka yang sedang mencari telepon genggam akan melihat iklan yang relevan seperti telepon dan aksesori.

Mereka yang merencanakan liburan akan menjumpai penawaran atau iklan tiket pesawat atau hotel, dengan demikian, pengunjung merasa diperlakukan secara lebih dekat dan personal, sehingga berpeluang lebih tinggi untuk melakukan transaksi.

Implementasi Kecerdasan buatan dibidang Industri

Dalam dunia industi peranya sudah tidak diragukan lagi, selain proses produksi lebih cepat dan efisien teknolgi artificial intelligent sudah di adopsi oleh perusahaan-perusahaan besar dunia, Adapun contoh penerapanya adalah sebagai berikut :

Pemeriksaan kualitas

Pabrik-pabrik yang membuat produk-produk yang kompleks, misalnya microchip dan circuit board memanfaatkan artificial intelligence untuk memeriksa jika ada error pada produk. Penggunaan teknologi tentu akan lebih andal ketimbang bergantung pada kejelian mata manusia. Biasanya di sini, layanan AI akan dikombinasikan dengan kamera beresolusi tinggi. Dan ketika diintegrasikan dengan framework data processing berbasis cloud, tiap kesalahan (error) akan ditandai dan respons terhadap kesalahan itu segera dikoordinasikan.

Manajemen

Pabrik cerdas LG memanfaatkan machine learning untuk mendiagnosis dan memprediksi kerusakan  pada mesin sebelum menjadi masalah. Dengan cara ini, tim manajemen dapat memperkirakan jika terjadi kelambatan tak terduga karena isu semacam ini dapat menimbulkan biaya yang cukup mahal bagi perusahaan.

Mendesain lebih cepat

Airbus memanfaatkan AI untuk menciptakan ribuan desain komponen hanya dengan memasukkan angka tertentu ke komputer. Generative design model memungkinkan Airbus mengurangi waktu para desainer Autodesk dalam menguji desain baru.  

Mengurangi dampak terhadap lingkungan

Lain lagi pengalaman Siemens. Perusahaan asal Jerman ini membuat turbin gas yang dilengkapi ratusan sensor di dalamnya. Data dari sensor-sensor tersebut dimasukkan ke dalam sistem pemrosesan data berbasis AI. Sistem cerdas ini dapat mengatur katup bahan bakar agar turbin menghasilkan emisi serendah mungkin. 

Memanfaatkan data

Hitachi sangat memberi perhatian pada tingkat produktivitas dan produksi dari pabrik-pabriknya. Data-data yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kemudian dikumpulkan dan diproses oleh sistem AI untuk memberikan insight bagi perusahaan. 

Komunikasi supply chain

Data-data pada pemanfaatan #5 juga berguna untuk berkomunikasi dengan lini supply chain. Dengan demikian, update dan permintaan selalu tersedia sehingga penundaan dapat diminimalisasi. Perusahaan bernama Firo Labs memelopori pemanfaatan machine learning untuk predictive communication.

Mengurangi limbah

Sebuah perusahaan manufaktur baja menggunakan teknologi predictive communication untuk mengurangi limbah besi baja (mille scale). Perusahaan tersebut dapat menekan steel loss hingga mencapai 3%.

Integrasi

Machine learning berbasis cloud, seperti Azure Cognitive Services memungkinkan sektor manufaktur menyederhanakan komunikasi antarcabang. Data-data di lini produksi dapat dibuatkan kesimpulan dan dibagi pakai dengan kantor-kantor cabang untuk melakukan mekanisasi terhadap fasilitas material, pemeliharaan, dan aktivitas operasional lainnya yang masih dijalankan secara manual.

Meningkatkan customer service

Nokia memelopori implementasi AI untuk melayani pelanggan. Implementasi ini memungkinkan Nokia membuat prioritas terhadap isu-isu yang muncul dan mengidentifikasi pelanggan utama seeta keluhan-keluhan mereka.

Memberikan dukungan pasca produksi

Sebuah perusahaan manufaktur lift dan tangga berjalan asal Finlandia menggunakan model 24/7 Connected Services untuk memantau cara pelanggan menggunakan produknya dan membagi informasi tersebut ke kliennya. Cara ini memungkinkan Cohn mengevaluasi kesalahan pada produk dan memperlihatkan kepada klien bagaimana produk bekerja.

Implementasi Kecerdasan buatan dibidang Kesehatan

Penerapan kecerdasan buatan dalam bidang Kesehatan sudah dimulai sejak lama, khusunya dalam otomatisasi berbagai mesin, berikut beberapa implementasi kecerdasan buatan pada dunia Kesehatan

Mengelola Rekam Medis dan Data Lainnya

Karena langkah pertama dalam perawatan kesehatan adalah mengumpulkan dan menganalisis informasi (seperti catatan medis dan riwayat masa lalu lainnya), manajemen data adalah aplikasi yang paling banyak digunakan untuk kecerdasan buatan dan otomatisasi digital. Robot bekerja mengumpulkan, menyimpan, memformat ulang, dan melacak data untuk menyediakan akses yang lebih cepat dan lebih konsisten.

Melakukan Pekerjaan Repetitif (Berulang)

Menganalisis tes, X-Rays, CT scan, entri data, dan tugas-tugas lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat oleh robot. Kardiologi dan radiologi adalah dua disiplin dimana jumlah data untuk dianalisis bisa sangat banyak dan menghabiskan waktu. Ahli jantung dan ahli radiologi di masa depan seharusnya hanya melihat pada kasus yang paling rumit di mana pengawasan manusia berguna.

Desain Perawatan

Sistem kecerdasan buatan telah dibuat untuk menganalisis data – catatan dan laporan dari file pasien, penelitian eksternal, dan keahlian klinis – untuk membantu memilih jalur pengobatan yang tepat dan disesuaikan secara individual.

Konsultasi Digital

Aplikasi seperti Babylon di Inggris menggunakan AI untuk memberikan konsultasi medis berdasarkan riwayat medis pribadi dan pengetahuan medis umum. Pengguna melaporkan gejala mereka ke dalam aplikasi, yang menggunakan pengenalan suara untuk membandingkan dengan database penyakit. Babel kemudian menawarkan tindakan yang direkomendasikan, dengan mempertimbangkan riwayat medis pengguna.

Perawat Virtual

Sense.ly startup telah mengembangkan Molly , perawat digital untuk membantu orang memantau kondisi pasien dan menindaklanjuti dengan perawatan, di antara kunjungan dokter. Program ini menggunakan pembelajaran mesin untuk mendukung pasien, yang mengkhususkan diri dalam penyakit kronis.

Pada tahun 2016, Rumah Sakit Anak Boston mengembangkan sebuah aplikasi untuk Amazon Alexa yang memberikan informasi kesehatan dasar dan saran untuk orang tua dari anak-anak yang sakit. Aplikasi ini menjawab pertanyaan yang diajukan tentang obat-obatan dan apakah gejala memerlukan kunjungan dokter.

Manajemen Pengobatan

National Institutes of Health telah menciptakan aplikasi AiCure untuk memantau penggunaan obat oleh pasien. Webcam smartphone bermitra dengan AI untuk secara otonom mengkonfirmasi bahwa pasien menggunakan resep mereka dan membantu mereka mengelola kondisi mereka. Pengguna yang paling umum adalah orang dengan kondisi medis yang serius, pasien yang cenderung menentang saran dokter, dan peserta dalam uji klinis.

Penciptaan Obat

Mengembangkan obat melalui uji klinis dapat memakan waktu lebih dari satu dekade dan menghabiskan biaya miliaran dolar. Membuat proses ini lebih cepat dan lebih murah dapat mengubah dunia. Di tengah-tengah ketakutan virus Ebola baru-baru ini, program yang didukung oleh AI digunakan untuk memindai obat-obatan yang ada yang dapat didesain ulang untuk melawan penyakit.

Program ini menemukan dua obat yang dapat mengurangi infektivitas Ebola dalam satu hari, ketika analisis jenis ini umumnya memakan waktu berbulan-bulan atau tahun – perbedaan yang dapat berarti menyelamatkan ribuan nyawa.

Presisi Pengobatan

Genetika dan genomik mencari mutasi dan tautan ke penyakit dari informasi dalam DNA. Dengan bantuan AI, pemindaian tubuh dapat mendeteksi kanker dan penyakit pembuluh darah lebih awal dan memprediksi masalah kesehatan yang mungkin dihadapi orang berdasarkan genetika mereka.

Pemantauan Kesehatan

Pelacak kesehatan yang dapat dikenakan – seperti yang berasal dari FitBit, Apple, Garmin, dan lainnya – memantau detak jantung dan tingkat aktivitas. Mereka dapat mengirim peringatan kepada pengguna untuk mendapatkan lebih banyak latihan dan dapat membagikan informasi ini kepada dokter (dan sistem AI) untuk poin data tambahan tentang kebutuhan dan kebiasaan pasien.

Analisis Sistem Kesehatan

Di Belanda, 97% faktur layanan kesehatan bersifat digital. Sebuah perusahaan Belanda menggunakan AI untuk menyaring data untuk menyoroti kesalahan dalam perawatan, inefisiensi alur kerja, dan membantu sistem perawatan kesehatan daerah menghindari perawatan pasien yang tidak perlu.

Ini hanyalah contoh dari solusi AI yang ditawarkan ke industri perawatan kesehatan. Karena inovasi mendorong kemampuan otomatisasi dan tenaga kerja digital, dari penyedia seperti Novatio, lebih banyak solusi untuk menghemat waktu, menurunkan biaya, dan meningkatkan akurasi akan dimungkinkan.

Kontoversi seputar kecerdasan buatan

Jika dilihat dari persepektif berbeda teknolgi articial intelligent ini tentuya mempunyai dua sisi yang berbeda, sisi baiknya adalah selain membantu pekerjaan lebih mudah dan efisien teknologi ini mampu membantu orang-orang menembus batas misalnya kita bisa mengetahui apapun dengan siri, robot industri dapat membantu produksi barang lebih cepat dan tepat tanpa mengenal Lelah, disatu sisi itu semua menjadikan peran manusia tergantikan oleh mesin, mungkin banyak kasus-kasus didunia ini akibat invansi alat-alat otomatis berbasi Ai di dunia industri ataupun yang lainya menggerus pekerjaan yang biasa dilakukan oleh manusia yang akhirnya menambah jumlah pengangguran, belum lagi kalua bicara etika, privasi dan lainya.

Akan tetapi semua itu tentunya tergantung manusianya itu sendiri, seberapa pantaskah teknologi kecerdasan buatan ini di terapkan, poin penting yang harus di terapkan adalah bahwa secanggih apapun sebuah teknologi tidak akan mampu mempunyai hati dan  perasaan layaknya seperti manusia.

 

Versi pdf artikel ini dapat diunduh disini

admin

One thought on “Kecerdasan Buatan (Arfiticial Intelligent)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *