Dampak Virus Corona, inilah hal-hal yang terjadi saat ini

Dampak Virus Corona, inilah hal-hal yang terjadi saat ini

Tahun 2020 mungkin akan menjadi tahun paling penuh cerita, tahun dimana Dunia sedang berada dalam kondisi tidak baik-baik saja, tahun dimana wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) atau yang sering kita sebut dengan virus corona, dampak yang ditimbulkan oleh virus ini sungguh luarbiasa, bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi telah merambat ke segala bidang kehidupan baik itu aktivitas pendidikan, ekonomi, keagamaan, sosial dan lainya dimana ini cukup menggemparkan dunia, penyebaran virus ini begitu cepat, hingga saat artikel ini ditulis telah sebanyak 1.204.261 orang telah positif terjangkit (sumber, kompas) dan 64.804 diantaranya telah meninggal dunia, dimana jumlah ini kian hari semakin bertambah, dampak dari adanya pandemi ini tentunya sudah kita rasakan, berikut ini mungkin hal – hal yang kita alami sekarang akibat Dampak Virus Corona diantaranya :

Orang – orang akan pulang kerumah masing – masing

Yap, hingga saat ini mungkin sebagian orang baik itu pekerja, pelajar, bahkan pedagang  sudah ada dirumah mereka masing – masing, dampak pulang dari perantauan  jauh sebelum larangan bepergian di sahkan, saya bekerja di sebuah instansi Pendidikan Al-Quran yang mana pesertanya datang dari berbagai penjuru negeri, bahkan dari beberapa negeri tetangga, saya ingat saat itu 4 minggu kebelakang ketika virus covid-19  mulai terdeteksi suasana saat itu mulai panik, puncaknya semua santri di pulangkan kerumah masing-masing, sejujurnya para peserta sedih karna mereka belum menuntaskan hafalan al-quranya dan berpisah dengan teman – teman serta asatidz pondok, tapi mau bagaimana lagi, lemabaga mengambil keputusan bukan tanpa pertimbangan yang matang, lambaga sudah berusaha keras mencari jalan terbaik dan akhirnya keputusan untuk memulankan peserta adalah keputusan final, dan ini terjadi hampir diseluruh instansi Pendidikan diseluruh negri.

Gadget mungkin menjadi teman setia anda

Setelah instansi Pendidikan menghentikan aktitifitas biasanya, maka mulailah perusahaan – perusahaan retail, perusahaaan perbangkan, dan perusahaan lainya menerapkan system bekerja dari rumah atau yang ,kita kenal dengan istilah Work From Home, arahan dari pemerintah untuk penanganan wabah ini adalah dengan mengeluarkanya himbauan Social distancing / physical distancing yang menghimbau orang-orang bepergian keluar rumah, membuat kerumunan dan aktifitas yang melibatkan banyak orang lainya guna meminimalisir penyebaran dampak virus corona ini, sehingga setiap aktifitas pekerjaan dan pembelajaran semuanya di alihkan dengan memanfaatkan teknologi informasi yakni dengan menggunakan aplikasi – aplikasi meeting online seperti zoom, google meet, slack, dan yang lainya, untuk proses pembelajaran pun di lakukan dengan menggunakan aplikasi e-learning seperti google classroom, Edmodo, elarning system atau platform -platform pihak pembelajaran online lain seperti ruangguru, dicoding, atau mungkin hanya sebatas whatsapp group, semua itu akan memaksa kita untuk terus menggunakan gadget, belum lagi ketika tidak ada kelas online maka kita cendrung akan membuka akun-akun social media atau platform hiburan lainya seperti youtube, game online dan yang lainya.



Muncul pedagang-pedangang baru terutama yang jualan alat-alat yang saat ini sangat di butuhkan

Dampak virus corona memang dahsyat, sudah menjadi hal yang bisa maklumi di tengah wabah ini mungkin banyak di story-story social media kita yang tiba-tiba menjual berbagai macam alat-alat yang di butuhka sekarang ini seperti masker, Hand sanitizer, thermometer, Alat Pelindung Diri (APD) dan lainya, tidak salah memang hanya saja sebagian orang dengan keji telah mengambil kesempatan dalam kesempitan ini, dengan menimbun kemudian memblow up harga jauh di bawah harga standar, seperti contoh masker yang awalnya hanya belasan ribu sekarang ini ada yang menjual dengan harga ratusan ribu, gila bukan, semoga allah sadarkan mereka di tengah , tidak semua, hanya sebagian.

Gaji sebagian para  Pekerja mungkin kena Potong, atau bahkan tanpa gaji sama sekali

Dampak virus Corona ini cukup dahsyat, apalagi jika membicarakan tentang upah/gaih pegawai, ini mungkin terjadi di kalangan pekerja kebanyakan, pekerja kecil non PNS, atau BUMN,  pekerja pabrik atau retail biasa sudah pasti mungkin kena imbasnya, banyak mal-mal atau pusat-pusat belanja tutup, seperti contoh perusahaan retail Matahari yang menutup hampir seluruh tempatnya secara nasional guna mencegah tersebarnya virus ini, di sektor swasta lain sebagian upah di bayar tidak seperti biasa karna omset atau sumber pendapatan mereka turun dengan sangat drastis, apalagi masa perpanjangan darurat wabah ini di perpanjang menjadi 91 hari darurat corona terhitung dari mulai tanggal 29 Februari sampai  29 Mei 2020  

Mungkin tidak ada THR, Tidak Ada Mudik, Bahkan tidak ada solat berjamah bahkan solat jumat sekalipun.



Ini mungkin hal yang akan di rasakan dan keluhkan banyak orang, mungkin THR tahun ini tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, budaya mudik tahun ini juga sudah tidak dianjurkan bahkan pemerintahpun sudah menghimbau untuk tidak melaksanakan mudik tahun ini, bukan tanpa alasan, semuanya demi kemaslahatan bersama, jangankan mudik hal yang paling religious pun seperti solat berjamaah dan jumat pun sementara waktu tidak disarankan, masjid-masjid mulai sepi karna ditutup bahkan Masjidil Haram pun juga sama, ibadah umroh juga sementara waktu tidak bisa dilaksanakan, seluruh dunia saat ini tengah merasakan hal yang sama.

Pusat Keramaian Mendadak sepi untuk waktu yang lama

Taman Kota, Pasar-pasar, swalayan, instansi Pendidikan, pondok pesantren, masjid, gereja, dan café-café serta tempat yang biasanya ramai kini menjadi sepi, bahkan sebagian di tutup selama masa tanggap darurat ini, dan ini sebenarnya waktu yang dirasa cukup lama, imbasnya ekonomi mungkin akan sedikit goyah, terutama masyarakat yang mengantungkan hidupnya di tempat-tempat ramai seperti itu, mari kita berdoa supaya wabah ini cepat berakhir.

Banyak Orang yang merindukan Rumah, dan mereka tidak bisa Pulang

Bagi para perantau sejati, akan ada masanya dimana kita kangen rumah, kangen keluarga dan ingin pulang dan akan tetapi apa daya ketika moda transportasi mulai dibatasi, karantina wilayah mulai di terapkan, akses jalan di tutup, kita perantau bisa apa, semakin hari – semakin banyak yang terdampak, banyak pahlawan medis yang gugur, ribuan orang terjangkit virus ini, bahkan ratusan diantaranya meninggal, ini menjadikan semua perangkat atau semua element khususnya yang memegang wilayah masing – masing semakin membatasi orang-orang untuk keluar masuk areanya, hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan semata agar waha ini tidak masuk ke wilayahnya.

Dampak Virus Corona Orang – orang banyak kehilangan mata pencaharianya

Dampak virus corona mungkin sudah kita alami sekarang, terlebih bagi orang orang yang mengantungkan hidupya sebagai pedagang kecil, ojek online, pedagang makanan, pedagang pakaian, pedagang retail bahkan pegawai pabrikpun banyak yang terkena imbasnya dengan dirumahkan atau bahkan malah sampai di PHK, hal ini wajar saja terjadi karna semua akses untuk mereka hampir di batasi bahkan di tutup, ini memang bukan kemauan kita, tapi kondisi yang memaksa seperti ini, tidak Cuma di negri kita di belahan dunia lainpun mungkin sama bahkan bisa lebih parah.

Pelajar tahun ini tidak menikmati uforia Ujian Nasional, Perpisahan Sekolah dan aktu Belajar dirumah yang Panjang

Mentri Pendidikan Nadiem Makarim resmi menghapus ujian nasional dari tingkat SD – SMA sederajat, masa tanggap yang Panjang dan keadaan membuat pelajaran bahkan ujian pun di laksanakan secara online, dan untuk ujian nasiona tahun ini sudah di pastikan tidak ada, dampak virus corona ini berimbas kepada proses pembelajaran, selama hampir beberapa minggu  ini saja para siswa dan guru masih melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah masing-masing dengan menggunakan bantuan aplikasi e-learning atau aplikasi pihak ketiga seperti google classroom, belum lagi acara perpisahan yang biasanya menjadi ajang acara terakhir di sekolah sudah pasti di tiadakan, minimal tahun ini anak-anak tidak ada yang curat-coret seragam sekolah mereka, dan waktu dirumah mereka lebih Panjang untuk mempersiapkan Pendidikan ke jenjang selanjutnya, minimal persiapanya bisa lebih matang.

Mahasiswa Mulai resah dengan tugas akhir / skripsi nya/, bahkan meminta skripsi di hilangkan

Meskipun saya sudah lulus dan wisuda tahun kemarin, rasanya masih ada rasa empati terhadap teman-teman yang mau menyelesaikan tugas akhirnya tahun ini, di tengah situasi yang serba online ini tentunya banyak kesulitan-kesulitan yang di  hadapi mahasiswa tingkat akhir, akibat dampak virus corona ini mulailah timbul permasalahan seperti dengan keluhan masalah bimbingan skripsi, tugas penelitian lapagan yang terhambat, dan tidak adaya kejelasan mengenai jadwal sidang skripsi atau hanya sekedar jadwal seminar hasil penelitian mereka, ya menjadi mahasiwa akhir tahun sekarang sungguh dilematis, jangankan wisuda skripsi juga apa kabar ? bahkan akhir – akhir ini mungkin teman – teman pernah mendengar tentang petisi yang dibuat oleh salah seorang mahasiwa di situs change.org  petisi tersebut berisi permohonan skripsi di hilangkan tahun ini kepada Mendikbud Nadiem Makarim, hal ini bukan tanpa alasan tentunya teman-teman tingkat akhir lebih faham mengenai hal ini, entah harus setuju atau tidak sejujurnya ini menjadi dilema juga, satu hal pesan buat kawan – kawan pejuang akhir, tetap semangat

Mungkin cukup segitu dulu gan pembahasanya, sebenernya masih banyak hala-hal lainya yang terjadi diluarsana akibat dari dampak virus corona ini, monggo bisa di tambahkan di kolom komentar. Pada akhirnya semua yang terjadi adalah kehendak tuhan, insya Allah pasti ada hikmah yang bisa di petik pasca wabah ini berakhir, semoga di bulan Ramadhan yang beberapa minggu lagi kita bisa berkumpul bersama keluarga kita, kembali meramaikan masjid dengan sholat berjamaahnya.




salam literasi,

admin

admin

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *